Apa Saja Jenis Kode Faktur Pajak di Indonesia?

kode faktur pajak

Apa Saja Jenis Kode Faktur Pajak di Indonesia?

Kode faktur pajak merupakan sebuah digit angka yang ada di depan nomor seri faktur pajak. Yang mana digit angka tersebut mempunyai arti sendiri-sendiri ketika pencetakan faktur pajak. Kode dan nomor seri faktur pajak ini nanti akan berguna bagi kamu saat akan membuat e-faktur untuk membayar wajib pajakmu.

Di negeri ini apabila kamu bertindak sebagai warga negara yang taat peraturan tentunya akan selalu melunasi semua wajib pajaknya di setiap periode. Nah apabila kamu tidak melakukan kewajiban umtuk membayar pajak pada wkatu yang telah disepakati tentu saja akan berujung pada kamu terkena denda. Dan akhirnya kamu harus membayar pajak dua kali lipat lebih banyak dari yang seharusnya kamu bayar.

Saat kamu sudah melengkapi pendaftaran diri sebagai Pengusaha Kena Pajak atau kita kenal dengan PKP, maka sudah seharusnya kamu menerbitkan faktur pajak guna sebagai barang bukti saat melaporkan pajak. Nah saat kamu sudah menjadi PKP, selanjutnya kamu harus mempunyai nomor seri faktur pajak atau yang lebih dikenal dengan NSFP. Mendapatkan NSFP ini bisa melalui dua cara loh, yaitu secara langsung dengan kamu datang ke KPP ataupun menggunakan aplikasi perpajakan atau e-nofa  online.

Nah di dalam NSFP kamu akan menemukan dua angka di digit awal yang merupakan kode faktur pajak. Dimana mengenai kode faktur pajak tersebut akan coba kita pahami pada rangkaian ulasan berikut ini.

Mengenal Jenis-Jenis Kode Faktur Pajak yang Ada di Indonesia

Saat kamu membuat nomor seri faktur pajak maka kamu akan mendapatkan 16 digit angka. Yang susunannya merupakan kombinasi baik itu dari angka, kemudian huruf, dan sebagainya. Dimana nomor ini akan selalu baru setiap tahunnya, nomor ini akan kamu perlukan saat akan melakukan verifikasi atau validasi mengenai faktur pajak yang telah dimiliki oleh PKP. Nah pada dua digit angka yang pertama inilah yang kita kenal dengan kode faktur pajak. Kode faktur pajak terdiri dari dua jenis saja yaa, apa sajakah arti kode tersebut?

  • Pertama Kode Transaksi (dua digit awal)

Sususan angka yang pertama kita kenal dengan kode transaksi yang kita lakukan. Dimana dua digit angka dari kode 01 sampai dengan kode 09. Yang kesemuanya mempunyai arti transaksi sendiri-sendiri. Misalnya saja kode yang kamu terima 01, maka artinya segala Barang Kena Pajak dan Jasa Kena Pajak pembayarannya diserahkan kepada PKP pihak penjual sebagai PPN yang terutang.

  • Kedua Kode Status

Setelah dua digit awal kamu kenal dengan kode transaksi maka angka selanjutnya yang terdiri dari satu angka dikenal dengan kode status. Nah kode status ini mempunyai makna tersendiri pula, dimana jika angka nol maka transaksi berstatus normal. Sedangkan jika angka yang kamu terima itu satu maka statusnya artinya pergantian baik itu penggantian pertama atau kedua dan seterusnya kodenya tetap satu yaa.

Nah setelah kode faktur pajak dilanjutkan dengan 13 digit yang merupakan nomor seri faktur pajak. Kesemuanya ini bisa kamu lakukan menggunakan aplikasi e-nofa. Karena dengan menggunakan aplikasi ini maka faktur pemungutan pajak pertambahan nilai akan menjadi bukti yang sah ataupun valid saat transaksi memakai nomor seri faktur pajak yang ada di aplikasi. Oleh karena itu langkah awal yang harus kamu tempuh adalah membuka aplikasi e-nofa untuk membuat nomor seri faktur pajak. Setelah kamu sudah mendapatkan nomor tersebut baru kamu bisa mencetak bukti pembayaran pajak yang telah kamu lakukan lewat aplikasi perpajakan, salah satunya Klikpajak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *